MUNGILNYA ADIL BAGI SI KECIL

Baru ku tahu kalau hidup benar tidak adil
Saat melihat anak tetangga menangis tergigil
Kebahagiaannya di rebut semen dan gang sempit
Saat ia mencoba bahagia, bermain jungkat-jungkit

Wah, hebat, benar-benar sangat hebat
Rumput dan tanah empuk, tak lagi punya tempat
Agar kaki dan motor tidak kena lumpur
Mereka menambal tanah, dengan paving dan juga plur

Pantaslah sekarang alam tidak ramah
Karena kita tidak bijak dalam hal mengolah
Kita semua ini hanyalah sumbu pendek
Makhluk yang ber-ego besar, tapi, berotak cetek

Tapi aku, masih bisa mengucap syukur
Karena bahagia, hadir di bawah kasur yang ku jemur
Anak yang menangis kemarin ada disana
Sedang bermain petak umpet, dengan teman-temannya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s